Paket Umroh Hemat bulan Maret by Garuda - Alhijaz Indowisata

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. biro haji onh plus Kepulauan Seribu Selatan

saco-indonesia.com, Kosmetik merupakan salah satu hal yang bisa dibilang wajib bagi seorang wanita. Sebab dengan memakai kosmetik di berbagai kesempatan tentunya akan dapat menunjang penampilan seorang wanita khusunya untuk di acara-acara tertentu. Dengan kosmetik seorang wanita juga akan dapat selalu tampak segar.

Namun tidak semua kosmetik yang telah dijual dipasaran bisa cocok dan sesuai dengan jenis kulit anda. Bukan hanya itu yang lebih berbahaya lagi jika kosmetik tersebut telah mengandung bahan berbahaya seperti merkuri yang tentunya akan dapat berefek buruk bagi kulit wajah anda. Selain itu adapula kosmetik yang belum dapat diuji secara resmi oleh laboratorium tertentu, sedangkan produknya juga sudah banayk digunakan oleh banyak orang. Dan yang paling sangat berbahaya banyak kosmetik yang juga telah memalsukan merk kosmetik yang terkenal sehingga produk mereka pun akan bisa laris terjual.

Untuk dapat mengatasi kemungkinan-kemungkinan buruk tersebut maka yang sangat penting bagi anda para wanita untuk dapat mengetahui cara agar dapat memilah kosmetik yang memang terjamin keamanan dan kualitasnya. Berikut adalah artikel yang bisa sahabat Dokter gunakan untuk pandai dalam memilih kosmetik yang baik bagi anda.
Ilustrasi Wanita menggunakan Kosmetik
Inilah 6 Tips Wanita Memilih Kosmetik yang Baik

1. Utamakan produk berlabel halal
Sebagian produk baik makanan maupun kosmetik terdapat label halal pada kemasannya. Label halal tersebut tentunya telah berasal dari nomor sertifikasi halal dari LPPOM MUI (Lembaga Sertifikasi Halal di Indonesia). Hal tersebut bisa akan membuktikan bahwa produk tersebut telah diuji oleh lembaga tersebut untuk dapat mengetahui kandungan yang ada dalam produk, terasuk kosmetik.

2. Memiliki Kode Legal
Terkhusu untuk makana dan kosmetik, telah memiliki lembaga yang menangani mengenai kelegalan nya yaitu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Depkes RI. Jika suatu produk tidak memiliki kode legal tersebut maka tidak ada pihak yang ingin bertanggung jawab dalam produksinya.

Kode yang perlu dipahami adalah:

    CD untuk kosmetik produksi lokal
    CL untuk kosmetik impor
    TR untuk produk yang tergolong jamu tradisional
    TL untuk produk yang tergolong jamu impor

3. Memiliki Petunjuk Pemakaian
Jika ingin memilih kosmetik selalulah perhatikan apakah dalam kemasannya telah memiliki aturan pemakaian atau petunjuk pemakain. Hal tersebut juga sangatlah penting agar hasil yang diperolah bisa maksimal dengan standard keamanan produk.

4. Memiliki Tanggal Kadaluarsa
Tanggal kadaluarsa yang ada pada produk kosmetik anda sangatlah penting. Hal tersebut untuk dapat memastikan umur efektif produk yang pastin ya akan dapat berpengaruh pada tingkat kualitasnya.

5. Tercantum Nama dan Alamat Produsen
Jika suatu produk kosmetik tidak memiliki nama serta alamat produsen maka anda perlu mempertanyakannya. Produk kosmetik yang telah memilikki nama dan alamat yang jelas tentunya Selain itu, nama dan alamat juga bisa menjadi informasi yang sangat penting untuk dapat diadukan ke pihak berwenang bila suatu saat ada masalah tentang produk.

6. Perhatikan Komposisi Bahan
komposisi bahan yang ada pada kosmetik telah menjadi hal yang sangat penting bagi anda. Perhatikan apakah ada zat yang haram ataukah berbahaya bagi kulit. Diantara yang perlu diperhatikan adalah:

    Merkuri/ Hg. Hal ini termasuk logam berat yang sangat berbahaya bagi tubuh. Pada kulit bisa dapat menyebabkan bintik hitam, alergi, dan iritasi ringan, hingga berat. Merkuri juga tidak dapat diurai tubuh, menembus lapisan kulit dan dan menumpuk pada ginjal. Pada paparan jangka pendek saja bisa dapat menyebabkan diare, dan kerusakan paru-paru, sementara pada pemakaian jangka panjang bisa dapat merusak ginjal dan otak. Merkuri masih bisa ditemukan pada beberapa produk kosmetik ilegal, yang seringkali bahkan tidak memiliki keterangan dalam bahasa Indonesia.
    Hidroquinon. Zat ini juga termasuk obat keras. Di luar negeri juga sudah dilarang penggunaannya. Tetapi di Indonesia masih ditolerir hingga batas toleransi 2%. Paparan hidroquinon bisa dapat menyebabkan iritasi kulit sehingga menjadi merah, terbakar. Lebih lanjut bisa dapat menyebabkan kerusakan ginjal, kanker darah dan kanker hati.
    Pewarna Merah K.10 (Rhodamin B) dan Zat Pewarna K.3; zat warnan sintetis yang umumnya ada pada industri tekstil dan bersifat karsinogen.
    Lemak dan segala turunannya yang berasal dari hewan yang diharamkan.
    Kolagen yang berasal dari hewan yang diharamkan.
    Elastin yang berasal dari hewan yang diharamkan.
    Ekstrak plasenta yang berasal dari hewan yang diharamkan atau dari manusia.
    Amnion (ketuban) yang berasal dari hewan yang diharamkan.
    Gelatin yang berasal dari hewan yang diharamkan.
    Chivet atau hormon dari kelenjar-kelenjar yang berasal dari hewan yang hukumnya haram atau najis.

hal tersebutlah yang harus diperhatikan dan cara dalam memilih kosmetik yang baik. Semoga anda bisa tetap cantik dan tetap aman.


Editor : Dian Sukmawati

TIPS MEMILIH KOSMETIK YANG BAIK

From sea to shining sea, or at least from one side of the Hudson to the other, politicians you have barely heard of are being accused of wrongdoing. There were so many court proceedings involving public officials on Monday that it was hard to keep up.

In Newark, two underlings of Gov. Chris Christie were arraigned on charges that they were in on the truly deranged plot to block traffic leading onto the George Washington Bridge.

Ten miles away, in Lower Manhattan, Dean G. Skelos, the leader of the New York State Senate, and his son, Adam B. Skelos, were arrested by the Federal Bureau of Investigation on accusations of far more conventional political larceny, involving a job with a sewer company for the son and commissions on title insurance and bond work.

The younger man managed to receive a 150 percent pay increase from the sewer company even though, as he said on tape, he “literally knew nothing about water or, you know, any of that stuff,” according to a criminal complaint the United States attorney’s office filed.

The success of Adam Skelos, 32, was attributed by prosecutors to his father’s influence as the leader of the Senate and as a potentate among state Republicans. The indictment can also be read as one of those unfailingly sad tales of a father who cannot stop indulging a grown son. The senator himself is not alleged to have profited from the schemes, except by being relieved of the burden of underwriting Adam.

The bridge traffic caper is its own species of crazy; what distinguishes the charges against the two Skeloses is the apparent absence of a survival instinct. It is one thing not to know anything about water or that stuff. More remarkable, if true, is the fact that the sewer machinations continued even after the former New York Assembly speaker, Sheldon Silver, was charged in January with taking bribes disguised as fees.

It was by then common gossip in political and news media circles that Senator Skelos, a Republican, the counterpart in the Senate to Mr. Silver, a Democrat, in the Assembly, could be next in line for the criminal dock. “Stay tuned,” the United States attorney, Preet Bharara said, leaving not much to the imagination.

Even though the cat had been unmistakably belled, Skelos father and son continued to talk about how to advance the interests of the sewer company, though the son did begin to use a burner cellphone, the kind people pay for in cash, with no traceable contracts.

That was indeed prudent, as prosecutors had been wiretapping the cellphones of both men. But it would seem that the burner was of limited value, because by then the prosecutors had managed to secure the help of a business executive who agreed to record calls with the Skeloses. It would further seem that the business executive was more attentive to the perils of pending investigations than the politician.

Through the end of the New York State budget negotiations in March, the hopes of the younger Skelos rested on his father’s ability to devise legislation that would benefit the sewer company. That did not pan out. But Senator Skelos did boast that he had haggled with Gov. Andrew M. Cuomo, a Democrat, in a successful effort to raise a $150 million allocation for Long Island to $550 million, for what the budget called “transformative economic development projects.” It included money for the kind of work done by the sewer company.

The lawyer for Adam Skelos said he was not guilty and would win in court. Senator Skelos issued a ringing declaration that he was unequivocally innocent.

THIS was also the approach taken in New Jersey by Bill Baroni, a man of great presence and eloquence who stopped outside the federal courthouse to note that he had taken risks as a Republican by bucking his party to support paid family leave, medical marijuana and marriage equality. “I would never risk my career, my job, my reputation for something like this,” Mr. Baroni said. “I am an innocent man.”

The lawyer for his co-defendant, Bridget Anne Kelly, the former deputy chief of staff to Mr. Christie, a Republican, said that she would strongly rebut the charges.

Perhaps they had nothing to do with the lane closings. But neither Mr. Baroni nor Ms. Kelly addressed the question of why they did not return repeated calls from the mayor of Fort Lee, N.J., begging them to stop the traffic tie-ups, over three days.

That silence was a low moment. But perhaps New York hit bottom faster. Senator Skelos, the prosecutors charged, arranged to meet Long Island politicians at the wake of Wenjian Liu, a New York City police officer shot dead in December, to press for payments to the company employing his son.

Sometimes it seems as though for some people, the only thing to be ashamed of is shame itself.

Finding Scandal in New York and New Jersey, but No Shame

Artikel lainnya »