Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. biaya umroh Jakarta

saco-indonesia.com, Setelah single pertamanya yang sukses dipasarkan di pulau Sulawesi tepatnya Sulawesi Utara, Nona Alexander Kandola, kini telah mengincar target pasar baru. Sebuah single yang berjudul Bayangmu telah disiapkan untuk akan dipasarkan di industri musik Tanah Air.

Ditemui di FX Plaza, Senayan, Jakarta Pusat, Nona telah menjelaskan soal single barunya itu.

"Judulnya itu Bayangmu dan genrenya pop mellow. Ceritanya tentang cewek yang awalnya masih bingung tentang soal perasaannya terhadap cowok. Tapi akhirnya dia yakin kalau suka sama cowok itu. Seperti biasa kalau mencintai kan pasti ingin memiliki tapi gak kesampaian," ungkap Nona.

Single ini juga merupakan ciptaan Nona yang telah diaransemen oleh temannya. Bagi Nona, menciptakan lagu bukan lah yang sulit. Ia pun telah menyebut membuat lagu tak beda jauh dengan membuat sebuah diary sehari-hari.

"Sebenarnya kalau nulis lagu aku kaya nulis diary. Bagus nih kata-katanya akhirnya bikin lagu. Aku kalau bikin lagu cepat. Awalnya bersenandung jadi deh lagunya," terangnya.

Single pertama Nona, Make a Wish yang nge-beat telah menjadi salah satu lagu favorit di radio-radio di Sulawesi. Nona sadar, berkecimpung di industri musik Tanah Air yang penuh dengan persaingan bukan hal mudah.

Namun, dengan hadirnya single Bayangmu yang rencananya akan dirilis pada 22 Februari 2014 mendatang, Nona juga yakin musiknya akan bisa diterima oleh pecinta musik Tanah Air, "Optimis sih ya. Mudah-mudahan diterima sama masyarakat ya. Maunya juga banyak yang request di radio," harapnya.


Editor : Dian Sukmawati

NONA ALEXANDER KANDOLA SIAPKAN LAGU TERBARU

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »