Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. biaya haji plus Jakarta Pusat

MAGELANG, Saco- Indonesia.com - Kota Magelang terpilih menjadi Rumah Kegiatan Sosialisasi Regional I untuk pengembangan produk unggulan desa dengan pendekatan one village one product (OVOP) se-Jawa dan Sumatera. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat (17/5/2013) - Sabtu (18/5/2013).

Kegiata berskala nasional itu digelar di Atria Hotel & Conference Jalan Jenderal Sudirman Kota Magelang. Rencananya bakal hadir Menteri Koperasi & UKM Syarief Hasan. Juga, Gubernur Jateng Bibit Waluyo serta sekitar 110 kepala dinas yang membawahi koperasi dan UKM se-Jawa & Sumatera.

"Ini ada event tahunan dan Kota Magelang dipercaya menjadi tuan rumah untuk kali pertama," ujar Kepala Diskoperindag Kota Magelang, Tony A Prijono, Kamis (16/5/2013). Jawa Tengah adalah salah satu peraih penghargaan dari Presiden  terkait pembinaan koperasi dan UKM sehingga mendapat mandat penyelenggaraan acara ini, yang kemudian mendaulat Kota Gethuk ini sebagai tuan rumah kegiatan.

Dalam dua hari agenda kegiatan, akan ada beragam aktivitas. Di antaranya adalah seminar tentang strategi pengembangan OVOP di Indonesia. Materi ini akan diisi Deputi Bidang Pemberdayaan UKMK Kemenkop & UKM, I Wayan Dipta. "Lalu ada juga pemaparan soal peranan daerah dalam mengembangkan produk unggulan dan forum berbagi informasi seputar pengembangan OVOP di tiap daerah. Termasuk dari Kota Magelang yang akan berbagi cara mengembangkan produk unggulannya," paparnya.

Toni menambahkan, event ini akan menjadi kesempatan baik bagi Kota Magelang untuk mempromosikan potensi daerah terutama produk unggulan berupa tahu dan konveksi. Selain juga bisa menyerap ilmu dari daerah lain soal cara mengembangkan produk unggulan. Setidaknya melalui kegiatan ini ada dampak positif bagi masyarakat Magelang baik dari segi wisata, okupansi hotel, peningkatan PAD, hingga kuliner Magelang yang ikut terangkat

"Kita nanti akan tampilkan produk unggulan yang masuk OVOP, antara lain produk makanan dari olahan tahu serta produk konveksi berupa baju wanita, kerudung, baju anak- anak bordir dan lain sebagainya. Namun kita juga akan memamerkan produk unggulan khas Kota Magelang meskipun tidak masuk OVOP, yaitu batik magelangan," imbuh mantan sekretaris DPRD Kota Magelang itu.

Pemerintah pusat telah mencanangkan program OVOP sejak 2011. Tujuannya jelas agar tiap desa atau daerah memiliki produk unggulan yang dikembangkan dengan berbasis koperasi. Toni menyebutkan, ada beberapa kriteria produk itu bisa dikatakan unggulan. Di antaranya produk unggulan yang telah dikembangkan secara turun menurun, lalu menjadi khas atau unik dari daerah itu, berbasis pada SDA lokal, dan memiliki peluang pasar yang luas.

Sekda Kota Magelang, Sugiharto, menambahkan kegiatan level nasional ini juga dapat menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa meskipun Kota Magelang adalah kota kecil namun memiliki potensi dan memiliki daya tarik tersendiri. "Artinya, kota ini sudah mulai banyak diminati instansi atau orang di luar (untuk) menjadi pusat kegiatan. Kegiatan Kemenkop dan UKM ini jadi contoh bagus dan kesempatan kita menunjukan pada semua bahwa visi sebagai kota jasa mulai terwujud," tuturnya.

 
Editor :Liwon Maulana(galipa)
Sumber:Kompas.com
Kota Magelang Tuan Rumah OVOP Nasional
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »