umroh maret

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. biaya haji onh plus Beji

saco-indonesia.com, Sepeda motor milik anggota TNI Serka ZA yang berusia (49) tahun warga Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan hilang di parkiran Panti Pijat Tarina di kawasan Simpang Empat Sukajadi, sekitar pukul 22.00 WIB malam. Motor Serka ZA yang berjenis Yamaha Mio warna hitam bernomor polisi BG 6876 FX.

"Saya datang sekitar pukul 20.00 WIB untuk dapat dipijat karena saya merasa badan pegal-pegal. Namun usai dipijat dan hendak pulang ke rumah pukul 22.00 WIB telah mendapati motor saya jenis Yamaha Mio warna hitam BG 6876 FX telah hilang," kata Serka ZA saat ditemui di Mapolres OKU.

ZA juga mengatakan, dirinya juga sempat mencari dan berusaha menanyakan kepada warga sekitar, namun tak seorang pun yang telah mengetahui keberadaan motornya tersebut.

"Sebelum saya melapor ke Polres, saya juga sudah mencoba mencari tapi tak ada yang tahu," ujarnya.

Sementara itu, menurut Yunizar yang berusia (41) tahun , salah seorang pekerja di Panti Pijat Tarina, ZA datang ke panti pijat itu sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti soal motor milik Serka ZA tersebut.

"Memang saya yang memijat bapak itu, tetapi saya tidak tahu dia datang ke sini dengan menggunakan motor. Sebelum keluar bapak itu juga sempat minta air minum dan merokok. Begitu keluar dia juga mengaku telah kehilangan motornya," kata Yunizar.

Kanit Pidum Polres OKU, Iptu Yuliko Saputra SH membenarkan telah menerima laporan kehilangan motor jenis Yamaha Mio milik anggota TNI.

"Laporannya juga sudah kami terima dan telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa keterangan saksi-saksi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku bisa segera ditangkap" ujar Yuliko.


Editor : Dian Sukmawati

MOTOR ANGGOTA TNI HILANG
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »