Paket Umroh Plus Turki April di Jakarta

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. biaya haji di Bogor

SUZUKI ERTIGA, Suzuki Indomobil Sales telah meluncurkan salah satu produk MPV (Multi Passenger Vehicle); yaitu kendaraan yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah relatif banyak, setelah sebelumnya Suzuki telah mengeluarkan produk MPV lainnya, yaitu Suzuki APV. Pada tanggal 22 April 2012, Suzuki Ertiga sebagai produk MPV Suzuki terbaru telah diluncurkan, dan pada saat launching tersebut juga disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun TV swasta nasional.

Dan pada saat ini, khusus untuk Suzuki Ertiga, pihak Suzuki Indomobil Sales yang telah meramalkan bahwa produk terbarunya ini, Suzuki Ertiga, akan sukses di pasar, maka pihak Suzuki Indomobil Sales mempersiapkan diri dengan merancang suatu sistem pemantauan pemesanan Suzuki Ertiga (Ertiga Customer Indent Tracking).

Adapun fungsi dari adanya pemantauan antrian / banyaknya pemesan yang rela inden adalah supaya masing-masing customer yang telah menginden dapat melihat bahwa tidak adanya sistem tumpang tindih yang memungkinkan dealer / sales memainkan harga dengan menaikkan harga Suzuki Ertiga tersebut (upping harga Suzuki Ertiga).

Untuk harga / pricelist Suzuki Ertiga waktu pertama kali launching hingga tanggal tulisan ini dibuat adalah sebagai berikut:

Ertiga GA --- Rp 143.000.000

Ertiga GL --- Rp 153.000.000

Ertiga GX --- Rp 165.000.000

SPESIFIKASI SUZUKI ERTIGA

* Eksterior *

Desain bodi Suzuki Ertiga sangat aerodinamis, sehingga mobil berjalan seperti tanpa hambatan (tidak tertahan oleh angin) Grille depan Suzuki Ertiga seperti membentuk huruf V, memberikan kesan sporty dan juga tegas Terdapat Fog Lamp pada Suzuki Ertiga (pada tipe GL dan tipe GX) Velg Racing / Alloy Wheel (pada Suzuki Ertiga GL dan Suzuki Ertiga GX) Terdapat Door Mirror Cover With Turn Signal (Kaca spion dilengkapi lampu sign) pada Suzuki Ertiga tipe GL dan Suzuki Ertiga GX.

*Interior*

Interior Suzuki Ertiga sangat mewah, dengan dashboar berwarna coklat muda yang sangat modern, selain itu dilengkapi Head Unit yang sangat canggih, dan juga untuk menunjang kenyamanan berkendara tersebut maka Suzuki Ertiga menyediakan slot USB, sehingga sensasi berkendara jadi lebih menyenangkan Tilt Steering pada Suzuki Ertiga membuat pengemudi dapat menyesuaikan kenyamanannya dengan dapat disesuaikannya posisi stir dengan postur tubuh pengemudi

Dashboard kendaraan MPV selama ini menampilkan informasi hanya Trip Meter, Odo Meter, dan Jam Digital saja. Namun, pada Suzuki Ertiga informasi-informasi tersebut ditambahkan lagi dengan adanya Fuel Consumption Average (pengukur pemakaian bahan bakar rata-rata, dan pengukur pemakaian bahan bakar pada saat berjalan) -Khusus pada Suzuki Ertiga tipe GX ada penambahan Termometer (pengukur suhu luar kendaraan) Kursi pada baris kedua, bisa digeser sejauh 240mm, sehingga menyediakan ruang yang leluasa untuk penumpang pada baris ketiga Fitur One Touch Walk In pada bangku pada baris kedua; hanya dengan mengangkat tuas keatas maka memudahkan akses bagi penumpang di baris ketiga.

Steering Switch, memudahkan pengemudi Suzuki Ertiga untuk mengganti channel audio tanpa harus memindahkan tangan dari setir.

*Security / Keamanan*

Pada setiap pintu Suzuki Ertiga (baik depan maupun belakang) sudah dilengkapi oleh Side Beam, fitur ini tidaklah digunakan oleh produk kompetitor. Adapun fungsi dari Side Beam adalah memperkecil efek benturan dari samping, sehingga penumpang akan lebih aman terhadap efek-efek yang berakibat fatal.

Seat Belt pada masing-masing penumpang Suzuki Ertiga akan membuat keseluruhan penumpang menjadi lebih aman ABS & EBD yang tersedia hanya pada Suzuki Ertiga GX Pada Suzuki Ertiga GX tersedia Air Bag

*Kenyamanan*

Bila pada kompetitor-kompetitor menggunakan roda belakang sebagai penggerak, maka pada Suzuki Ertiga penggeraknya adalah roda depan. Oleh karena itu maka tenaga yang dihasilkan Suzuki Ertiga adalah lebih maksimal dan karena digerakkan oleh roda depan juga menghasilkan konsumsi bensin yang lebih irit Jarak roda antara ban depan dengan ban belakang Suzuki Ertiga adalah lebih jauh bila dibandingkan dengan kompetitor sehingga menghasilkan kestabilan kendaraan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kompetitor-komptetitornya.

Demikian adalah spesifikiasi dan keunggulan dari Suzuki Ertiga dibandingkan pesaing, namun itu semua belumlah lengkap apabila anda belum mencoba Test Drive secara langsung Suzuki Ertiga ini dan merasakan sensasinya secara langsung bersama keluarga anda.

Selain itu pihak Suzuki Indomobil Sales mengadakan Test Drive berhadiah 5 Mobil Suzuki Ertiga dan 50 Motor Suzuki Nex bagi anda yang beruntung, masing-masing setiap bulannya akan diambil 1 pemenang Suzuki Ertiga dan juga 10 pemenang motor Suzuki Nex, kesempatan ini bisa anda dapatkan hanya dengan Test Drive Suzuki Ertiga saja.

MOBIL SUZUKI MURAH 085669970237

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

Ghostly Voices From Thomas Edison’s Dolls Can Now Be Heard

Artikel lainnya »