Harga Paket Umroh Februari Murah AlHijaz Indowisata

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. biaya haji Tangerang Selatan

saco-indonesia.com, Sofa juga merupakan salah satu furnitur rumah yang hampir ada di setiap rumah. Rasa nyaman dan empuk saat digunakan untuk duduk telah membuat banyak orang lebih memilih duduk di sofa dibandingkan dengan jika duduk di kursi biasa atau kursi kayu.

Sofa yang jarang dibersihkan akan dapat menjadi sumber penyakit, oleh karenanya kita juga harus rajin dan secara berkala membersihkannya.

Sofa juga ada yang menggunakan cover yang bisa dilepas dan ada juga yang tidak bisa dilepas. Untuk dapat membersihkan sofa terlebih dahulu perlu diperhatikan bahan apa yang digunakan untuk dapat membungkus sofa tersebut. Jika sofa kita telah miliki ternyata dengan menggunakan cover yang tidak bisa dilepas, maka mau tak mau kita harus rajin membersihkannya dengan menggunakan vacuum cleaner. Atau bisa juga dengan menggunakan tips berikut ini:

Siapkan larutan deterjen dan sikat yang halus. Campurkan deterjen dengan air hingga berbusa banyak. Sikat bagian yang kotor dengan menggunakan busa deterjen tadi. Kemudian keringkan dengan menggunakan hairdryer. Kotoran juga akan dengan mudah terangkat dan sofa kembali menjadi bersih.

Sementara untuk yang cover-nya bisa dilepas untuk dapat membersihkannya ada beberapa cara. Untuk sofa yang menggunakan cover dengan bahan katun, kita juga bisa membersihkannya dengan cara mencuci menggunakan air (atau bisa menggunakan tips di atas tadi). Setelah itu jika mau diseterika juga boleh.

Untuk cover sofa yang menggunakan bahan dari polyester maka ini tidak boleh kena air. Cara terbaik untuk dapat membersihkannya adalah dengan menggunakan dry cleaning.

Sementara untuk cover yang menggunakan bahan dari woll sebaiknya tidak dicuci dengan air. Untuk mencucinya anda bisa dengan cara sistem dry cleaning.

Berbeda jika covernya dengan menggunakan bahan kulit. Untuk kulit ini ada dua jenis yaitu kulit asli dan kulit sintetis. Untuk yang menggunakan bahan kulit asli maka harus dibersihkan dengan pembersih khusus, biasanya berbentuk lotion. Sementara bila menggunakan kulit sintetis maka cukup dengan cara dilap dengan lap kering atau setengah basah.


Editor : Dian Sukmawati

CARA MUDAH MEMBERSIHKAN SOFA
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »