Bagi Anda yang suka membaca atau perlu mengerjakan beberapa tugas membaca di tempat tidur, misalnya akan menghadapi ujian esok harinya, tentunya cahaya telah menjadi faktor yang sangat penting. Memang membaca di tempat tidur juga tidak disarankan, namun jika didukung dengan pencayahaan yang tepat, kenapa tidak. Dan lampu tidur atau lampu meja disamping tampat tidur Anda bisa menjadi pilihan yang tepat.

Selain dapat memebantu Anda dalam pencayahaan ketika memebaca, lampu ini juga dapat memperindah ruangan. Selain efek cahayanya, modelnya pun juga bisa menampilkan kesan tersendiri dalam kamar Anda.

Kalau Anda tertarik untuk dapat mengisi ruangan pribadi Anda dengan lampu meja ini, tidak hanya asal memebeli. Namun juga disesuaikan dengan bentuk meja, serta konsep ruangan yang selama ini Anda ciptakan.

Berikut ada beberapa tips yang bisa menjadi panduan Anda ketika dalam membeli lampu meja untuk kamar Anda:

Pilih ukuran yang sesuai

Lampu ini Anda beli sebagai pelengkap meja kamar tidur Anda, jadi jangan memebeli lampu tidur dengan ukuran terlalu besar tauapun terlalu kecil, hingga tampak tidak proporsional. Itulah sebabnya Anda perlu memilih yang cocok dan menyatu dengan baik.

Sesuaikan interior

Kalau kamar Anda bernuansa sporty, misalnya banyak unsur sepak bola berarti jangan memilih lampu yang bergaya Victorian dengan ukiran yang detail. Karena lampu yang Anda pilih harus sesuai dengan gaya kamar Anda. Kalau kamar Anda bergaya interior yang klasik atau traditional, lempu berbahan kayu-kayuan bisa menjadi pilihan. Tak hanya serasi dengan ruangan, warna lampu pun juga harus Anda perhatikan.

Panjang lampu meja

Panjang serta tinggi lampu meja layak menjadi pertimbangan utama. Jika terlalu pendek, maka bahu Anda akan menutup semua cahaya. Kedengarannya hal ini juga merupakan suatu hal sepele, namun Anda tentunya tidak ingin membaca tanpa mendapat pencahayaan yang tepat bukan? Jika Anda membaca buku di malam hari, Anda mungkin ingin membaca dengan bertumpu pada bantal Anda yang nyaman daripada duduk di meja. Nah jika lampu menja Anda justru terlalu tinggi, ini juga dapat menyilaukan mata, dan Anda tidak mendapatkan cahaya yang maksimal. Inilah alasan mengapa Anda juga harus memeperhitungkan tinggi lampu yang akan Anda pilih.
    
Pilih lampu LED

Zaman sudah semakin berkembang pesat. Daripada Anda memanfaatkan lampu traditional, alangkah baiknya jika Anda beralih untuk menggunakan lampu LED. Selain lebih praktis, lampu jenis ini juga lebih hemat.

Setelah Anda mempertimbangkan banyak faktor diatas, jangan lupa sebelum membawa pulang lampu tersebut, cek terlebih dahulu bagaimana kondisinya. Dan perhatikan berapa besar daya atau watt nya. Anda tentunya tidak ingin tagihan Anda membengkak hanya karena lampu meja baru.

Oya, jika Anda memerlukan tempat kost murah di Cirebon yang bersih, aman, dan nyaman serta fasilitas lengkap, Pondok Avicenna di Jalan Taman Pemuda No. 2 Cirebon adalah pilihan yang tepat dan solusi terbaik.  Rumah kost murah di Cirebon ini memiliki 28 kamar.  Adapun fasilitas yang disediakan kostel di Cirebon ini diantaranya kamar mandi di dalam, closet duduk, internet unlimited 24 jam, meja belajar dan tempat tidur spring bed, lemari pakaian, AC Panasonic, air panas dan air dingin, gratis cuci pakaian per hari 5 potong, ruang tamu bersama, TV LCD dengan saluran HBO, Fox, RCTI, dll. Fasilitasnya lengkap, bukan? untuk ukuran mahasiswa/pelajar maupun karyawan.  Apalagi rumah kos di Cirebon menerima sewa kamar dengan sistem kos harian.  Ayo tunggu apalagi?  Kost-lah di Pondok Avicenna.

TIPS MEMBELI LAMPU MEJA YANG PAS BUAT ANDA

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »