Paket Umroh di bulan Ramadhan tahun

saco-indonesia.com, Ramuan Tradisional » Sariawan » Obat Sariawan Tradisional yang Ampuh dan Alami
Obat Sariawan Tradisional Ampuh dan Alami
Sariawan
Apa itu sariawan? Dalam ilmu kedokteran, sariawan lebih dikenal dengan nama Stomatitis, yaitu terjadinya pembengkakan atau peradangan yang telah terjadi di daerah sekitar mulut dan lidah. Sariawan juga memang bukan penyakit yang mematikan seperti kanker atau jantung. Tapi rasanya sangat menyiksa karena terasa perih saat mengunyah makanan yang telah mengakibatkan penderitanya menjadi tidak enak makan, bahkan makanan favoritnya sekalipun.

Sariawan juga tidak terjadi secara kebetulan, namun ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit ini.

    Mulut tergigit. Ini adalah hal yang umum. Biasanya mulut tergigit karena makan terlalu cepat atau pada saat mengobrol.
    Kekurangan nutrisi seperti zat besi, Vitamin B 12 dan Vitamin C juga bisa menyebabkan sariawan.
    Tanda dari kelainan pencernaan
    Kebersihan mulut yang tidak terjaga
    Daya tahan tubuh melemah
    Produk pasta gigi yang tidak cocok dengan mulut
    Makan makanan yang terlalu pedas atau asam


Sariawan juga bisa diobati dengan ramuan tradisional ataupun dengan membeli obat-obatan kimia di apotek. Anda tinggal memilih mana yang menurut Anda lebih mudah dan manjur.

Obat Sariawan Tradisional

Untuk dapat mengobati sariawan, kita juga bisa menggunakan bahan-bahan sebagai berikut:

1. Air kelapa

Air kelapa telah memberikan efek yang menenangkan pada sistem pencernaan. Air kelapa juga dikenal karena sifat pendinginannya. Selain menghidrasi tubuh dan ini juga baik untuk dapat menyembuhkan sariawan.

2. Daun jambu biji

Ini adalah salah satu pengobatan rumah yang dapat membantu untuk mengobati sariawan secara alami. Kunyah beberapa lembar daun jambu biji lalu berkumurlah.

3. Pisang dan madu

Makan pisang dan madu untuk dapat menyembuhkan sariawan. Anda bahkan juga dapat menerapkan pasta ini pada ulkus untuk dapat mengurangi peradangannya.

4. Bawang putih dan pepaya

Mengoleskan obat langsung pada luka sariawan untuk dapat mempercepat proses penyembuhan. Tempelkan bawang mentah, pepaya atau kantong teh langsung pada luka sariawan.

5. Minyak kelapa

Minyak kelapa telah memiliki sifat anti-bakteri. Anda juga bisa mencampurkan minyak kelapa dengan madu. Oleskan ramuan tersebut pada mulut yang sariawan tiga kali sehari.

6. Tomat

Buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti tomat mampu untuk menyembuhkan sariawan. Konsumsi tomat mentah atau jus tomat karena kandungan vitamin C di dalamnya tinggi.

7. Kunyit

Jangan dikira kunyit hanya berfungsi sebagai bumbu masak saja . Kunyit juga mampu untuk mengobati sariawan. Ambil kunyit secukupnya, cuci bersih kemudian ditumbuk hingga halus. Oleskan pasta yang terbuat dari tumbukan kunyit yang telah dicampur dengan satu sendok teh gliserin.

Cara Mengobati Sariawan Lainnya

Selain mengobati sariawan dengan ramuan tradisional, kita juga bisa mengatasinya dengan beberapa makanan dan minuman seperti berikut:

8. Garam dan baking soda

Ini adalah salah satu solusi untuk dapat mengobati sariawan dengan mudah. Buatlah pasta dari garam dan baking soda dengan cara menambahkan sedikit air. Oleskan pasta pada ulkus (luka sariawan) dan biarkan selama 10 menit. Bilas dengan air dingin.

9. Makanan kaya zat besi

Makanan kaya zat besi seperti sereal, kalkun, ham, biji wijen, brokoli, gandum dan telur juga dapat mengurangi sariawan serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

10. Minum vitamin

Perbanyak konsumsi vitamin B, vitamin C, zat besi dan asam folat yang juga berperan dalam mencegah dan menyembuhkan luka sariawan.

11. Minum yogurt

Yogurt juga mengontrol keseimbangan bakteri di mulut dan tubuh. Dengan ini, Anda juga bisa meningkatkan kecepatan penyembuhan dan membantu mencegah luka sariawan.

Nah, itulah ramuan tradisional untuk dapat mengobati sariawan. Jika sariawan tidak kunjung sembuh dalam waktu tiga minggu, segera hubungi Dokter.

Editor : Dian Sukmawati

Sumber : Manfaatnyasehat.blogspot.com

OBAT SARIAWAN TRADISISONAL

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »