Paket Umroh Plus Turki

saco-indonesia.com, Kosmetik merupakan salah satu hal yang bisa dibilang wajib bagi seorang wanita. Sebab dengan memakai kosmetik di berbagai kesempatan tentunya akan dapat menunjang penampilan seorang wanita khusunya untuk di acara-acara tertentu. Dengan kosmetik seorang wanita juga akan dapat selalu tampak segar.

Namun tidak semua kosmetik yang telah dijual dipasaran bisa cocok dan sesuai dengan jenis kulit anda. Bukan hanya itu yang lebih berbahaya lagi jika kosmetik tersebut telah mengandung bahan berbahaya seperti merkuri yang tentunya akan dapat berefek buruk bagi kulit wajah anda. Selain itu adapula kosmetik yang belum dapat diuji secara resmi oleh laboratorium tertentu, sedangkan produknya juga sudah banayk digunakan oleh banyak orang. Dan yang paling sangat berbahaya banyak kosmetik yang juga telah memalsukan merk kosmetik yang terkenal sehingga produk mereka pun akan bisa laris terjual.

Untuk dapat mengatasi kemungkinan-kemungkinan buruk tersebut maka yang sangat penting bagi anda para wanita untuk dapat mengetahui cara agar dapat memilah kosmetik yang memang terjamin keamanan dan kualitasnya. Berikut adalah artikel yang bisa sahabat Dokter gunakan untuk pandai dalam memilih kosmetik yang baik bagi anda.
Ilustrasi Wanita menggunakan Kosmetik
Inilah 6 Tips Wanita Memilih Kosmetik yang Baik

1. Utamakan produk berlabel halal
Sebagian produk baik makanan maupun kosmetik terdapat label halal pada kemasannya. Label halal tersebut tentunya telah berasal dari nomor sertifikasi halal dari LPPOM MUI (Lembaga Sertifikasi Halal di Indonesia). Hal tersebut bisa akan membuktikan bahwa produk tersebut telah diuji oleh lembaga tersebut untuk dapat mengetahui kandungan yang ada dalam produk, terasuk kosmetik.

2. Memiliki Kode Legal
Terkhusu untuk makana dan kosmetik, telah memiliki lembaga yang menangani mengenai kelegalan nya yaitu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Depkes RI. Jika suatu produk tidak memiliki kode legal tersebut maka tidak ada pihak yang ingin bertanggung jawab dalam produksinya.

Kode yang perlu dipahami adalah:

    CD untuk kosmetik produksi lokal
    CL untuk kosmetik impor
    TR untuk produk yang tergolong jamu tradisional
    TL untuk produk yang tergolong jamu impor

3. Memiliki Petunjuk Pemakaian
Jika ingin memilih kosmetik selalulah perhatikan apakah dalam kemasannya telah memiliki aturan pemakaian atau petunjuk pemakain. Hal tersebut juga sangatlah penting agar hasil yang diperolah bisa maksimal dengan standard keamanan produk.

4. Memiliki Tanggal Kadaluarsa
Tanggal kadaluarsa yang ada pada produk kosmetik anda sangatlah penting. Hal tersebut untuk dapat memastikan umur efektif produk yang pastin ya akan dapat berpengaruh pada tingkat kualitasnya.

5. Tercantum Nama dan Alamat Produsen
Jika suatu produk kosmetik tidak memiliki nama serta alamat produsen maka anda perlu mempertanyakannya. Produk kosmetik yang telah memilikki nama dan alamat yang jelas tentunya Selain itu, nama dan alamat juga bisa menjadi informasi yang sangat penting untuk dapat diadukan ke pihak berwenang bila suatu saat ada masalah tentang produk.

6. Perhatikan Komposisi Bahan
komposisi bahan yang ada pada kosmetik telah menjadi hal yang sangat penting bagi anda. Perhatikan apakah ada zat yang haram ataukah berbahaya bagi kulit. Diantara yang perlu diperhatikan adalah:

    Merkuri/ Hg. Hal ini termasuk logam berat yang sangat berbahaya bagi tubuh. Pada kulit bisa dapat menyebabkan bintik hitam, alergi, dan iritasi ringan, hingga berat. Merkuri juga tidak dapat diurai tubuh, menembus lapisan kulit dan dan menumpuk pada ginjal. Pada paparan jangka pendek saja bisa dapat menyebabkan diare, dan kerusakan paru-paru, sementara pada pemakaian jangka panjang bisa dapat merusak ginjal dan otak. Merkuri masih bisa ditemukan pada beberapa produk kosmetik ilegal, yang seringkali bahkan tidak memiliki keterangan dalam bahasa Indonesia.
    Hidroquinon. Zat ini juga termasuk obat keras. Di luar negeri juga sudah dilarang penggunaannya. Tetapi di Indonesia masih ditolerir hingga batas toleransi 2%. Paparan hidroquinon bisa dapat menyebabkan iritasi kulit sehingga menjadi merah, terbakar. Lebih lanjut bisa dapat menyebabkan kerusakan ginjal, kanker darah dan kanker hati.
    Pewarna Merah K.10 (Rhodamin B) dan Zat Pewarna K.3; zat warnan sintetis yang umumnya ada pada industri tekstil dan bersifat karsinogen.
    Lemak dan segala turunannya yang berasal dari hewan yang diharamkan.
    Kolagen yang berasal dari hewan yang diharamkan.
    Elastin yang berasal dari hewan yang diharamkan.
    Ekstrak plasenta yang berasal dari hewan yang diharamkan atau dari manusia.
    Amnion (ketuban) yang berasal dari hewan yang diharamkan.
    Gelatin yang berasal dari hewan yang diharamkan.
    Chivet atau hormon dari kelenjar-kelenjar yang berasal dari hewan yang hukumnya haram atau najis.

hal tersebutlah yang harus diperhatikan dan cara dalam memilih kosmetik yang baik. Semoga anda bisa tetap cantik dan tetap aman.


Editor : Dian Sukmawati

TIPS MEMILIH KOSMETIK YANG BAIK

BALTIMORE — In the afternoons, the streets of Locust Point are clean and nearly silent. In front of the rowhouses, potted plants rest next to steps of brick or concrete. There is a shopping center nearby with restaurants, and a grocery store filled with fresh foods.

And the National Guard and the police are largely absent. So, too, residents say, are worries about what happened a few miles away on April 27 when, in a space of hours, parts of this city became riot zones.

“They’re not our reality,” Ashley Fowler, 30, said on Monday at the restaurant where she works. “They’re not what we’re living right now. We live in, not to be racist, white America.”

As Baltimore considers its way forward after the violent unrest brought by the death of Freddie Gray, a 25-year-old black man who died of injuries he suffered while in police custody, residents in its predominantly white neighborhoods acknowledge that they are sometimes struggling to understand what beyond Mr. Gray’s death spurred the turmoil here. For many, the poverty and troubled schools of gritty West Baltimore are distant troubles, glimpsed only when they pass through the area on their way somewhere else.

Photo
 
Officers blocked traffic at Pennsylvania and West North Avenues after reports that a gun was discharged in the area. Credit Drew Angerer for The New York Times

And so neighborhoods of Baltimore are facing altogether different reckonings after Mr. Gray’s death. In mostly black communities like Sandtown-Winchester, where some of the most destructive rioting played out last week, residents are hoping businesses will reopen and that the police will change their strategies. But in mostly white areas like Canton and Locust Point, some residents wonder what role, if any, they should play in reimagining stretches of Baltimore where they do not live.

“Most of the people are kind of at a loss as to what they’re supposed to do,” said Dr. Richard Lamb, a dentist who has practiced in the same Locust Point office for nearly 39 years. “I listen to the news reports. I listen to the clergymen. I listen to the facts of the rampant unemployment and the lack of opportunities in the area. Listen, I pay my taxes. Exactly what can I do?”

And in Canton, where the restaurants have clever names like Nacho Mama’s and Holy Crepe Bakery and Café, Sara Bahr said solutions seemed out of reach for a proudly liberal city.

“I can only imagine how frustrated they must be,” said Ms. Bahr, 36, a nurse who was out with her 3-year-old daughter, Sally. “I just wish I knew how to solve poverty. I don’t know what to do to make it better.”

The day of unrest and the overwhelmingly peaceful demonstrations that followed led to hundreds of arrests, often for violations of the curfew imposed on the city for five consecutive nights while National Guard soldiers patrolled the streets. Although there were isolated instances of trouble in Canton, the neighborhood association said on its website, many parts of southeast Baltimore were physically untouched by the tumult.

Tensions in the city bubbled anew on Monday after reports that the police had wounded a black man in Northwest Baltimore. The authorities denied those reports and sent officers to talk with the crowds that gathered while other officers clutching shields blocked traffic at Pennsylvania and West North Avenues.

Lt. Col. Melvin Russell, a community police officer, said officers had stopped a man suspected of carrying a handgun and that “one of those rounds was spent.”

Colonel Russell said officers had not opened fire, “so we couldn’t have shot him.”

Photo
 
Lambi Vasilakopoulos, right, who runs a casual restaurant in Canton, said he was incensed by last week's looting and predicted tensions would worsen. Credit Drew Angerer for The New York Times

The colonel said the man had not been injured but was taken to a hospital as a precaution. Nearby, many people stood in disbelief, despite the efforts by the authorities to quash reports they described as “unfounded.”

Monday’s episode was a brief moment in a larger drama that has yielded anger and confusion. Although many people said they were familiar with accounts of the police harassing or intimidating residents, many in Canton and Locust Point said they had never experienced it themselves. When they watched the unrest, which many protesters said was fueled by feelings that they lived only on Baltimore’s margins, even those like Ms. Bahr who were pained by what they saw said they could scarcely comprehend the emotions associated with it.

But others, like Lambi Vasilakopoulos, who runs a casual restaurant in Canton, said they were incensed by what unfolded last week.

“What happened wasn’t called for. Protests are one thing; looting is another thing,” he said, adding, “We’re very frustrated because we’re the ones who are going to pay for this.”

There were pockets of optimism, though, that Baltimore would enter a period of reconciliation.

“I’m just hoping for peace,” Natalie Boies, 53, said in front of the Locust Point home where she has lived for 50 years. “Learn to love each other; be patient with each other; find justice; and care.”

A skeptical Mr. Vasilakopoulos predicted tensions would worsen.

“It cannot be fixed,” he said. “It’s going to get worse. Why? Because people don’t obey the laws. They don’t want to obey them.”

But there were few fears that the violence that plagued West Baltimore last week would play out on these relaxed streets. The authorities, Ms. Fowler said, would make sure of that.

“They kept us safe here,” she said. “I didn’t feel uncomfortable when I was in my house three blocks away from here. I knew I was going to be O.K. because I knew they weren’t going to let anyone come and loot our properties or our businesses or burn our cars.”

Baltimore Residents Away From Turmoil Consider Their Role

Artikel lainnya »