saco-indonesia.com, Polresta Tangerang masih harus melakukan penyelidikan dalam kasus perampokan Bank BRI cabang Panongan yang dikaitkan dengan penemuan bom yang tak jauh dari lokasi perampokan.

“Kami juga masih harus memeriksa saksi pegawai BRI dan pemilik warteg,”jelas Kapolresta Tangerang Kombes Irfing Jaya,SIK,Kamis(26/12).

Dugaan kuat pelaku perampokan pemilik bom yang meninggalkan tasnya di warteg yang tak jauh dari BRI cabang Kecamatan Panongan.

Dugaan ini telah diperkuat dari keterangan saksi pemilik warteg Kuseri dan Ayu. Menurut kedua saksi peristiwa perampokan tersebut, warungnya telah didatangi 6 pria berboncengan naik tiga motor sekitar pk.14.30 pada Selasa (24/12).

Enam lelaki yang naik motor antara lain Honda Beat putih itu makan dan minum sekitar setengah jam..”Mereka meninggalkan warteg setelah membayar makanan,”ucap Kuseri. Sekitar 30 menit kemudian. terjadi aksi perampokan di BRI.

Kuseri saat membersihkan lantai warung telah menemukan tas gendong hitam di bawah meja makan. Ia mengira tas itu milik pelanggan warteg yang tertinggal. sehingga sempat disimpan di kamarnya.

Karena sampai malem tas itu gak ada yang mengambil ia curiga lalu bersama rekannya mencoba untuk membuka tas tersebut. Ternyata tas itu berisi balutan lakban, baterai merah dan kabel. Ia curiga sebagai bom sehingga dilaporkan ke Polsek Panongan dan diteruskan ke Polresta Tangerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Irfing yang telah memeriksa isi tas itu memastikan sebagai bahan peledak sehingga telah meminta bantuan tim Gegana Polda Metro Jaya untuk dapat mengevakuasi tas hitam tersebut akhir diledakan di tanah lapang.


Editor : Dian Sukmawati

POLRESTA MASIH SELIDIKI KASUS RAMPOK BANK

Artikel lainnya »