umroh maret

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. Promo umroh plus turki di Rawalumbu

saco-indonesia.com, TNI AD akan siap untuk mengerahkan personel dan alutsista miliknya untuk dapat membantu kelancaran distribusi logistik Pemilu 2014. Kapal water jet terbaru milik TNI AD juga akan dikerahkan. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Budiman juga menyatakan, water jet itu nantinya akan mempunyai kapasitas 50 orang. Untuk kecepatannya bisa bisa mencapai 30 sampai 40 knot di atas permukaan air.

"Kita siapkan juga kapal angkutan air kita, kebetulan kapal itu produk dalam negeri sendiri yaitu water jet," kata Budiman di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (12/2)

Budiman juga menambahkan, water jet tersebut juga merupakan pembelian alutsista yang telah dihasilkan dari perusahaan pembuat kapal ternama di Indonesia. Harga satuannya pun juga bisa dikatakan lebih murah jika dibandingkan dengan membeli dari luar negeri.

"Harga satu kapal seharga Rp 12 miliar, yang sudah dibuat sampai saat ini sudah 10 unit. Mudah-mudahan yang pertama jadi ini awal Maret, nanti kita demonstrasikan di Tanjung Priok," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan beberapa kendaraan TNI AD juga untuk dapat membantu pendistribusian dan pengamanan pemilu 9 April nanti.

"Segera kita drop motor-motor ke Babinsa. Kemudian Dandim segera kita turunkan, dan sebagian bus kecil untuk Kodim. Kemudian kita siapkan untuk helikopter kita, pesawat Cassa kita," pungkasnya.

Sebelumnya, terkait Pemilu damai, tertib dan aman, TNI juga sudah menerjunkan semua satuannya. Mulai angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara. Namun, penebalan yang telah dilakukan oleh TNI kepada Polri bersifat tidak langsung.

Berikut format kekuatan penebalan yang dilakukan TNI di semua lini :

TNI AD :
1 SSY (satuan setingkat batalyon) untuk tiap Polda tipe A
2 SSK (satuan setingkat kompi) untuk tiap Polda tipe B
1 SST (satuan setingkat peleton) untuk tiap Polres
3 SSY Kostrad dan Satgultor sebagai cadangan pusat yang setiap saat dapat digerakkan sesuai kepentingan.

TNI AL :
5 SSK pada masing-masing Koarmada
5 SSK Marinir serta Denjaka sebagai cadangan pusat.

TNI AU :
2 SSK pada masing-masing Koopsau - 2 SSK Paskhas serta Denbravo sebagai cadangan pusat.


Editor : Dian Sukmawati

BANTU DISTRIBUSI LOGISTIK PEMILU, TNI AD PAKAI KAPAL WATER JET
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »