Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. Promo umroh plus turki di Kepulauan Seribu Selatan

saco-indonesia.com, Dipercaya atau tidak, warna adalah salah satu yang dapat membuat emosi dan kinerja manusia menjadi baik. Untuk itu, Canon telah mempersembahkan produk printer yaitu PIXMA MC7170 dengan beragam warna.

Sekarang ini, mayoritas printer yang telah beredar di pasaran hanya telah memiliki warna yang sudah digunakan oleh banyak perusahaan produsen mesin cetak lainnya, seperti hitam, putih atau abu-abu.

Melalui Datascrip sebagai authorized distributor-nya di Indonesia, Canon telah menghadirkan PIXMA MG7170, printer foto All in One (AIO) dengan 3 pilihan warna elegan dan menarik, yaitu coklat, merah dan hitam.

Selain bervariasi dari sisi warna tampilan yang colourful, penggunanya juga dapat dengan mudah mengoperasikannya, apalagi dengan dukungan teknologi nirkabel di dalamnya.

Dilengkapi dengan koneksi Wi-Fi, pengguna juga dapat dengan mudah untuk mencetak dan memindai tanpa harus terkoneksi dengan PC atau jaringan router. Printer ini juga dilengkapi dengan Access Point Mode yang telah didesain untuk dapat menjawab kebutuhan cetak tanpa harus menghubungkan perangkat dengan printer melalui kabel.

Dengan demikian, siapa saja juga dapat langsung mencetak hasil jepretan dari kamera digitalnya yang telah didukung oleh DPS over IP protocol atau dengan Wireless PictBridge yang lebih familiar.

Desain yang compact telah memberikan keleluasaan dan efisiensi dalam penempatan di berbagai sudut ruang rumah atau kantor. PIXMA MG7170 juga sudah dibekali dengan Canon's Intelligent Touch System, yaitu fitur layar sentuh untuk panel operasional dan layar LCD. Fitur ini juga hanya akan menyala pada tombol tertentu saat dioperasikan, menjadikan printer ini lebih sederhana.

Dengan PIXMA Cloud Link terbaru, telah membuat proses mencetak di PIXMA MG7170 jadi lebih seru. PIXMA Cloud Link ini telah terintegrasi penuh dengan fasilitas cloud printing di mana pengguna juga dapat mencetak dari situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter ataupun situs berbagi foto seperti Picasa, Photobucket dan Flickr, bahkan dari layanan cloud storage seperti Evernote dan Dropbox.

Pengguna dari PIXMA MG7170 cukup login, kemudian memilih foto atau dokumen, lalu bisa langsung cetak. Itu semua dilakukan melalui layar LCD printer, tanpa menggunakan PC.

Bagi para pengguna tablet atau smartphone yang berbasis iOS atau Android juga bisa langsung mencetak maupun mendapatkan file scan dari printer ini.

Anda juga dapat dengan mudah untuk mengirimkan file ke perangkat mobile sehingga tidak perlu repot membawa lembaran dokumen hard copy.

"Kehadiran printer PIXMA MG7170 ini juga semakin memanjakan pengguna dengan pilihan tampilan warna yang menarik, serta fitur dan teknologi yang semakin memudahkan untuk proses mencetak maupun memindai, tanpa harus melalui PC atau terhubung melalui kabel. Cukup dengan perangkat mobile seperti tablet, smartphone ataupun kamera digital yang dapat terkoneksi Wi-Fi telah mencetak menjadi lebih mudah," Merry Harun, Canon Division Director, PT Datascrip.


Editor : Dian Sukmawati

CANNON PRINTER PIXMA MG170

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »