Paket Umroh Plus Turki April di Jakarta

saco-indonesia.com, Tips - Tips Merawat Pipa Supaya Tidak Tersumbat
Baiklah Kali ini kami akan berbagi Tips - Tips dalam Perawatan pipa Saluran air Di Rumah kita Gun Supaya tidak mudah terkena masalah yang nama nya Pipa Mampet. Tapi kala sudah telanjur Mampet/ Tersumbat
Oke Tidak panjang lebar lagi Langsung aja kita menuju TKP..

Tips - Tips dalam Perawatan Untuk Saluran Pipa Pembuangan di rumah kita biasa nya telah terbagi banyak saluran air antaralain....

1.Pipa Saluran air limbah rumah tanga, Pipa saluran cucian Piring, Pipa saluran pembuangan air kamar mandi / Shower, pipa saluran Air talang hujan, Pipa Saluran Pembuangan Westafel. Biasa nya saluran yang saya sebut kan di atas biasanya telah menjadi satu kesatuan yang terhubung dengan pembuangann air Pipa Utama Yang telah mengalir kebuangan yang orang kita sebut GOOT..

2.Pipa Pembuangan TOILET / TINJA
   Biasa nya untuk pipa yang satu ini telah di buat tersendiri yang langsung konex ke pembuangan limbah Tinja ( Septik tank)

Perawatan Untuk Pipa Pembuangan

    Untuk pipa kamar mandi, westapel, Pasang lah saringan yang biasa kita beli di toko matrial dekat rumah kita banyak menjualanya
    Bersih kan lah tiap Satu Bulan sekali Tiap titik Bak Kontrol Pembuangan yang biasa nya di buat di tengah - tengah Pipa pembuangan. Supaya tidak terjadi endapan lumpur yang nanti nya akan dapat menyebabkan penutupan/penyumbatan pipa pembuatan
    Siram lah dengan air panas setiap satu bulan sekali di tempat pencucian piring yang tujuan nya untuk dapat memecah kan sisa lemak minyak yang telah menempel di diding pipa. karena penumpukan minyak sisa akan dapat memyebabkan pembekuan lemak minyak tersebut di paralon hinga akhirny akan menumpuk menutupi lubang pembuangan pipa air.
    Khusus untuk pipa toilet.. usahakan setelah pemakain siram lah toilet sebanyak mungkin supaya tinja terdorong keluar masuk kesepiteng. bila penyiraman tinja kurang akan mengakibatkan tinja berhenti di tengah - tengah pipa dan mengakibatkan penumpakan di pipa dan mengakibatkan MAMPET

Editor : Dian Sukmawati

TIPS MERAWAT PIPA AIR

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »