Paket Umroh 12 hari pesawat langsung Madinah

Dedeh Uum Fatimah yang berusia 34 tahun , hingga Selasa kemarin sore masih harus menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Cimahi. Dia sama sekali tidak ada penyesalan atas kasus pembunuhan terhadap anaknya, dengan cara dimasukan ke torn air.

“ Tersangka juga mengaku tidak menyesal. Dia malah menyesal karena anaknya satu tidak tewas,“ kata Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Supoarma .

Supoarma juga menegaskan, dalam pemeriksaan tersebut , tersangka membunuh anaknya karena sudah kewajiban supaya mereka bisa masuk surga. Bahkan, dengan nada keras tersangka menyesali jika anaknya satu tidak tewas. “ Saya menyesal mengapa satu anak Saya tidak tewas. Saya menyesal,“ aku tersangka dikutip Supoarma.

Kasat menjelaskan, tersangka kemungkinan besar mengalami gangguan jiwa atau stres. Ketika ditanya, lanjutnya semua pertanyaan dijawab lancar dan nyambung antara pertanyaan dan jawaban. Hanya, ketika ditanya apakah menyesal, dia malah mengaku tidak. “ Tidak ada penyesalan yang menjadi persoalan. Dia tidak ada ekpresi yang menyesal,“ jelasnya.

Berdasar dari keterangan dari warga, tersangka juga sudah dua kali mencoba melakukan pembunuhan terhadap anaknya. Kedua kali itu telah berhasil digagalkan, sedang Selasa subuh kembali beaksi dan menewaskan satu anaknya dari dua uang dimsukan ke torn air.

Diberitakan, Dedeh, telah membunuh anaknya di di rumah di Kampung Cijeungjing, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa subuh. Aisyah Fani,2, tewas di dalam torn sedang kakanya Fahrur Robani,8, selamat. Dia berhasil membuka ikatan dan kabur minta tolong. Sang ibu Dedeh Uum Fatimah,34, diamankan di Mapolres Cimahi.

Dedeh Menyesal Anaknya Tewas Hanya Satu

Under Mr. Michelin’s leadership, which ended when he left the company in 2002, the Michelin Group became the world’s biggest tire maker, establishing a big presence in the United States and other major markets overseas.

François Michelin, Head of Tire Company, Dies at 88

Artikel lainnya »