Harga Besi Beton telah diperkirakan akan terus melonjak naik pada 2014. Selama tiga bulan terakhir di 2013, Besi Beton terus akan mengalami kenaikan sebesar 20 persen, disebabkan melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

 Pengawas Lapangan Toko Mega Baja Bandarlampung, Jalan Hajimena No.54,  Tri (35) juga mengatakan, dampak dari melemahnya mata uang rupiah dan naiknya BBM sangat berpengaruh terhadap suplai Besi Beton ke Lampung.

’’Semua Besi Beton akan mengalami kenaikan dari ukuran 6, 8, 10, 12, 19, 22, dan 35, rata - rata kenaikan telah mencapai Rp2 ribu dalam sebulan. Kenaikan inipun akan terus berlanjut di tahun ini,’’ ucap Tri di sela-sela kesibukannya mengawasi karyawannya saat bekerja.

Menurutnya, untuk ukuran besi 6 yang semula harganya Rp22 ribu/batang, kini telah menjadi Rp24 ribu/batang. Ukuran besi 8, harga semula Rp36ribu/batang naik menjadi Rp38/batang. Ukuran besi 10, harga semula Rp60 ribu/batang naik Rp62 ribu/batang. Ukuran besi 12 harga semula Rp78 ribu/batang menjadi Rp80 ribu/batang, dan sebagainya. Kata Tri, harga besi akan terus naik seiring belum membaiknya pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

’’Pemasokan Besi Beton pengirimannya mengunakan transportrasi jelas jika biaya transportasi naik harga juga akan ikut naik, terlebih kendala ekonomi yang kurang membaik, sehingga dapat menjadikan problematika yang berdampak buruk bagi sektor industri. Dampaknya pun juga akan berpengaruh pada perusahaan ritel,’’ terangnya.
    
Namun, di Bandarlampung sendiri, kata dia, tingkat permintaan untuk Besi Beton terbilang cukup tinggi, karena pesatnya pembangunan Kota Bandarlampung sehingga membuat permintan akan Besi Beton terus meningkat.

 Maka dari itu, dalam sebulan perusahaan ritel penyuplai Besi Beton Toko Mega Baja mampu meraup keuntungan Rp2 miliar dalam sebulan.

Terlebih dari itu, selain menjual Besi Beton Toko Mega Baja juga menjual  Baja Ringan. Ternyata tren baja ringan juga mengikuti peningkatan dalam pertumbuhan pembangunan, Namun peningkatan lebih cenderung ke Besi Beton. Untuk Besi Beton menguasai pendistribusain sebanyak 70 persen sedangkan untuk baja ringan hanya 30 persen.  

’’Untuk pembangunan besi beton masih menjadi suatu perioritas, tak heran jika peningkatannya lebih tinggi dari pada baja ringan,’’ tuntasnya.

 

KURS RUPIAH MELEMAH PENGARUHI HARGA BESI BETON

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »