umroh oktober

Maling motor ini telah terbilang sangat cepat. Hanya ditinggal dua menit untuk kencing, motor Yamaha Mio milik SUpriadi yang berusia 55 tahun , raib digasak oleh pencuri di Jalan Irigasi, Kel. Gondrong, Kec. Cipondoh, Kota Tangerang. Karuan saja, telah melihat motor kesayangannya sudah tidak ada lagi, pria lebih dari setengah abad ini menangis sesunggukan di Polsek Cipondoh. Ia telah berharap polisi bisa meringkus pencuri motor tersebut. Supriadi, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat juga menjelaskan, sore itu ia baru saja mengunjungi kerabatnya di Cipondoh. Pria tua ini pun telah bermaksud kembali ke rumahnya. Rupanya di tengah jalan, dirinya merasa kebelet untuk buang air kecil. Korban kemudian meminggirkan motornya di pinggir jalan, sementara ia menepi ke kali untuk kencing. Rupanya karena terburu-buru, ia lupa mencabut kunci kontak yang ada di motor tersebut. Kesempatan ini telah dimanfaatkan oleh pencuri motor yang gentayangan di kawasan Cipondoh. Dalam hitungan detik motor milik Supriadi telah dibawa kabur. Korban yang selesai buang air kecil kaget saat melihat motornya sudah tidak ada lagi. Dibantu tukang ojek, korban telah melaporkan kasus ini ke Polsek Cipondoh. “Saya heran, cuma dua menit kencing di pinggir kali. Eh tahu-tahu motor sudah tidak ada. Saya salah, tidak mencabut kunci kontak,” katanya. Menurutnya, motor second tersebut dibeli seharga Rp6 juta di Kebon Jeruk. Kepala SPKT Polsek Cipondoh, Aipda Didi Sanusi juga menjelaskan pencurian motor sangat marak sehingga warga harus berhati-hati dan memberi kunci ganda kalau memarkirkan kendaraannya. KEHILANGAN MOTOR , PRIA TUA MENANGIS

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »