saco-indonesia.com, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum juga menunjuk menteri perdagangan pengganti Gita Wirjawan. Anggota Komisi VI DPR, Hendrawan Supratikno mengatakan, SBY perlu pertimbangan matang untuk dapat menunjuk pangganti Gita.

"Menteri perdagangan jabatan politis. Karena, telah melibatkan berbagai perjanjian modern, diplomasi internasional, dan perdagangan internasional," kata Hendrawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Dia juga telah menyinggung mekanisme penunjukan menteri perdagangan yang berlaku selama ini. Menurutnya, siapa pun presidennya posisi menteri perdagangan harus ditempati oleh orang yang telah mendapat persetujuan dari Amerika Serikat.

"Dulu kan siapa pun presidennya, menteri perdagangan harus persetujuan Washington. Itu dulu, enggak tahu kalau sekarang," sambung politikus PDI Perjuangan ini.

Hendrawan juga telah menyarankan, dengan mempertimbangkan efektifitas kerja, hendaknya pengganti Gita diambil dari internal Kementerian Perdagangan.

"Kalau orang baru nanti harus belajar lagi. Bisa dari BKPM. Kalau rutenya BKPM maka Mahendra Siregar yang kuat. Tapi kalau pertanian, yang dianggap sebagai kunci, Bayu Krisna Mukti adalah figur yang cocok. Tapi tentu ini semuanya hak prerogatif presiden," paparnya.


Editor : Dian Sukmawati

MENDAG JABATAN POLITIS

Artikel lainnya »