saco-indonesia.com, Dua pelaku hipnotis dengan modus mengajak kerjasama korbannya, telah diringkus oleh anggota Reskrim Polres Jakarta Utara, Kamis (19/12) dinihari. Kedua pelaku tersebut Budiman yang berusia 35 tahun dan Faisal yang berusia 38 tahun , telah ditangkap usai membawa kabur uang Rp 8 juta dari kartu ATM milik Turyanto, yang berusia 41 tahun .

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Daddy Hartadi juga mengatakan, dua pelaku telah memiliki jaringan kelompok tersebar di Jakarta. Setiap beraksi kepada calon korbannya mereka juga mengaku berasal dari negara Brunai Darusalam, Singapura atau Malaysia. “Mereka juga buat logat bahasa seperti orang Brunai. Begitu korban terlena selanjutnya mereka mengajak kerjasama,” kata Daddy.

Pelaku Budiman berpura-pura untuk menawarkan tumpangan sebagai pemilik mobil untuk dapat mengantarkan ke Roxi. Namun saat berada di jalan korban di imingi kartu ATM yang saldonya masih berisi Rp99 juta. Korban yang tergiur selanjutnya disuruh tersangka untuk mengecek saldo kartu ATM korban dan hanya 8 juta.

Dalam pengaruh hipnotis korban langsung menuruti semua kemauan pelaku, termasuk diajak untuk menukar kartu ATM miliknya dengan ATM pelaku yang ternyata kosang. Dalam kondisi terhipnotis, ia kemudian di turunkan para pelaku di depan kantor Walikota Jakarta Utara.

Ia baru sadar 15 menit kemudian, ketika memeriksa kartu ATM-nya uangnya sudah raib. Sementara kartu ATM milik tersangka kosong. Kasus tersebut kemudian telah dilaporkan ke Polres Jakarta Utara.

Petugas yang bergerak cepat kemudian telah berhasil meringkus kedua tersangka tak jauh dari lokasi, berkat keterangan dan ciri-ciri yang telah disebutkan korban. “Tersangka sudah lama jadi DPO kita, korbannya juga sudah banyak. Kita harapakan bagi siapapun yang pernah ditipu dengan modus tersebut melapor ke Polrea Jakut,” ujar Daddy.


Editor : Dian Sukmawati

UANG RP 8 JUTA RAIB SETELAH DIHIPNOTIS

Artikel lainnya »