Paket Umroh Murah biaya dalam Rupiah

Mendapatkan Backlink Hingga 1,953,125 backlinkBacklink yang banyak dan peringkat pagerank yang tinggi merupakan Impian semua pemilik situs website, Dengan Backlink dan pagerank yang tinggi menunjukkan akan kesuksesan seseorang terhadap pengelolaan suatu situs. Untuk mendapatkan backlink yang banyak dan PageRank yang besar merupakan pekerjaan mudah juga sekaligus susah untuk di lakukan. Kita mesti menerapkan teknik SEO dalam melakukan hal tersebut. Berikut adalah suatu tips untuk meningkatkan trafik ranking suatu situs.

 


Hanya tinggal copy link yang berada di bawah ini dengan syarat menghapus link pada peringkat 1 dari daftar, lalu pindahkan yang tadinya nomor 2 menjadi nomor 1, nomor 3 menjadi nomor 2, nomor 4 menjadi nomor 3, dst. Kemudian masukan link blog anda sendiri pada urutan paling bawah (nomor 10),Seperti berikut :

1.Yahoo
2.YouTube
3.Facebook
4.Google
5.Tusfiles
6.Heck.in
7.Mywapblog.com
8.Rastaman Teknologi
9.Saco Indoneisia

10. Moro Sakato

 

 

Hingga hasilnya menjadi berikut ini : 

 


1.Yahoo
2.YouTube
3.Facebook
4.Google
5.Tusfiles
6.Heck.in
7.Mywapblog.com
8.Rastaman Teknologi
9.Saco Indoneisia
10. “Situsanda

Berikut ini cara perhitungan backlink yang akan didapat untuk suatu situs yang melakukan hal ini.Mengajak lima orang untuk mengcopy Artikel di posting situs lain maka jumlah backlink yang akan didapat adalah sebagai berikut:

  • Posisi 10, jumlah backlink = 1
  • Posisi 9, jumlah backlink = 5
  • Posisi 8, jumlah backlink = 25
  • Posisi 7, jumlah backlink = 125
  • Posisi 6, jumlah backlink = 625
  • Posisi 5, jumlah backlink = 3,125
  • Posisi 4, jumlah backlink =15,625
  • Posisi 3, jumlah backlink = 78,125
  • Posisi 2, jumlah backlink = 390,625
  • Posisi 1, jumlah backlink = 1,953,125

 Dari sisi SEO sudah mendapatkan 1,953,125 backlink gratis dan ini sangat besar pengaruhnya terhadap Trafik suatu situs serta Meningkatnya Pagerank suatu situs! Dan jika pengunjung downline mengklik link Sobat maka Sobat juga mendapat traffik tambahan.

Cara ini sebenarnya merupakan cara lama, namun masih sangat bermanfaat, dan masih sering dilakukan oleh para pakar SEO.


JASA SEO TERBAIK Jasa Pembuatan Website Jakarta jasa pembuatan web jakarta pembuatan web jakarta jasa pembuatan web jakarta Jasa Pembuatan Website Surabaya jasa pembuatan website di bekasi Jasa Buat Website Murah Web Design murah morosakato Perusahaan Jasa Pembuatan Website Jakarta Jasa Pembuatan Website Web Design Dan Development Toko Online Company Profile Flash Animation Internet Marketing Consulting Private Domain Hosting jasa pembuatan web jasa pembuatan website jasa pembuatan blog jasa pembuatan website murah jasa pembuatan web murah jasa web designer jasa web desainer jasa web programing jasa pembuatan website flash jasa pembuatan website sekolah jasa pembuatan website MLM jasa web buat website blog wordpress blogspot buat web buat blog JASA SEO JASA SEO INDONESIA JASA SEO MURAH web flash web mlm sales letter buat sales letter logo desain logo desain logodesain Jasa Pembuat Website dan SEO jasa pembuatan aplikasi Jasa web murah surabaya jasa pembuatan software jasa pebuatan aplikasi pemerintahan jasa pembuatan software pemerintahan

BACKLINK BERKUALITAS DI BEKASI

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »