travel umroh jakarta

saco-indonesia.com, Sejumlah kasus pembunuhan sadis telah mewarnai tindak kriminalitas di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Telah tercatat ada 74 orang telah dibunuh dengan beragam modus dan motif. Angka tersebut telah meningkat jika dibanding dengan tahun sebelumnya yang telah mencapai 72 orang.

“Secara kualitas kasus pembunuhan juga meningkat. Seperti kasus mutilasi yang telah dilakukan oleh sopir Metro Mini, Benget Situmorang di Jaktim dan pembunuhan wanita penghuni apartemen di Kalibata, Jaksel,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno dalam jumpa pers akhir tahun di Polda Metro Jaya.

Cara sadis tak terlepas dari motif tersangka yang sebagian besar berlatar dendam dan sakit hati. Selain sebagai bentuk pelampiasan atas rasa saki hatinya, modus sadis telah dilakukan pelaku untuk dapat memastikan korbannya benar-benar sudah tewas.

Seperti yang telah menimpa seorang wanita lanjut usia, Henny Dewi Manapode yang berusia 77 tahun , yang dibunuh oleh kekasihnya, Suherman alias Tomy, 31, pada Oktober 2013 lalu di kamar kos korban di Cilandak, Jaksel. Korban telah dibunuh dengan cara ditikam berkali-kali dan jasadnya telah dikemas dalam koper lalu dibuang di sungai di daerah Bogor. Koper yang berisi mayat korban itu telah ditemukan pada awal November 2013 lalu.

Dalam pemeriksaan tersebut , tersangka Tomy juga mengaku telah membunuh korban lantaran kesal dengan perilaku sang kekasih yang kerap mengatur dan memaksa dirinya agar mau menuruti setiap kemauan korban.


Editor : Dian Sukmawati

ADA 74 ORANG DIBUNUH DI TAHUN 2013

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »