Biaya Paket Umroh Promo Murah November Desember

saco-indonesia.com, Penyakit flu termasuk jenis penyakit yang dapat menular yang disebabkan oleh virus RNA dari family Orthomyxoviridae yang biasanya menyerang unggas dan mamalia.

Orang yang sedang mengidap sakit flu akan mengalami gejala umum seperti nyeri otot, nyeri kepala berat, batuk, kelemahan tubuh, nyeri tenggorokan, dan lainnya.

Penyakit flu ini juga lebih berat jika dibandingkan salesma dimana biasanya diasumsikan sama oleh banyak orang. Kebanyakannya, penyakit flu ini telah mengalami penularan melalui udara melalui batuk atau bersin yang dapat menimbulkan aerosol yang mengandung virus didalamnya.

Influenza ini juga bisa ditularkan lewat kontak langsung dengan tinja burung atau ingus ataupun dengan kontak melalui permukaan yang telah terkontaminasi. Virus influenza ini juga bisa diinaktivasi oleh sinar matahari, deterjen, dan disinfektan.

Virus influenza telah menyebar ke seantero dunia dalam epidemi musiman yang dapat menimbulkan kematian antara 250.000-500.000 orang dalam setiap tahunnya.

Di AS, dalam setiap tahunnya rata-rata orang meninggal sebanyak 41.400 orang yang disebabkan oleh influenza dalam kurun waktu antara tahun 1979 sampai 2001.

Makanya jangan anggap enteng influenza karena kalau tidak ditangani serius dan tepat akan menimbulkan resiko yang berat bahkan sampai menimbulkan kematian.

Untuk itu, para penderita penyakit flu selain mengobatinya dengan obat-obatan dari dokter direkomendasikan juga untuk dapat membantu mengatasinya dengan beberapa makanan yang dianjurkan di bawah ini.

Menurut penelitian, beberapa jenis makanan ini telah memiliki kemampuan untuk dapat mengobati penyakit flu yang menyerang manusia. Apa saja makanan ini?
Es Lilin

Es lilin dingin ternyata juga bisa menenangkan tenggorokan yang bengkak, terasa nyeri, dan juga kering. Hal tersebut juga sangat membantu Anda tetap terhidrasi dimana merupakan kunci ketika sakit flu sedang melanda.

Mendapatkan cairan yang cukup bisa menjaga lendir tipis dan dapat membantu dalam mengurangi penyumbatan pada hidung. Oleh sebab itu, cobalah Anda untuk mengonsumsi es lilin yang terbuat dari 100% jus buah untuk dapat memastikan bahwa dalam es tersebut telah memiliki kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat buat tubuh.
Jus Sayuran

Ketika Anda tengah merasakan flu berat, maka mencoba untuk mengonsumsi jus sayuran ialah pilihan yang sangat tepat karena berfungsi untuk dapat meningkatkan kekebalan tubuh serta menjaga supaya tubuh agar tetap terhidrasi. Kalau tak suka dengan jus sayuran maka jus buah murni pun juga bisa diandalkan.
Sandwich Kalkun

Kalkun juga merupakan sumber protein yang sangat baik dan tidak berlemak yang sangat penting untuk kebutuhan nutrisi tubuh. Cobalah makan sandwich kalkun karena sangat bermanfaat dalam memberikan energi bagi tubuh ketika melawan penyakit.
Bawang Putih

Mungkin tak banyak yang menyangka bahwa ternyata Bawang Putih juga bisa dimanfaatkan untuk dapat mengobati penyakit flu. Mengapa?

Karena bawang Putih telah memiliki sifat anti-mikroba dan merangsang kekebalan tubuh sehingga sangat efektif untuk dapat menghalau serangan penyakit flu. Bawang Putih juga sangat berperan dalam mengatasi penyumbatan di hidung.
Jahe

Dalam beberapa penelitian telah terungkap bahwa Jahe juga sangat berperan dalam membantu melawan peradangan. Makanya menambahkan bumbu Jahe terhadap makanan yang akan disantap ketika Anda flu bisa bermanfaat dalam meringankan penyakit tersebut.
Pisang

Pisang juga merupakan sumber energi yang sangat besar bagi tubuh. Ketika Anda flu, kerap kali telah terjadi kelemasan atau lemah dan hal ini juga bisa diatasi dengan mengonsumsi buah pisang.

Biasanya, dokter juga sering menyarankan supaya ketika sudah pulih dari flu, sebelum makan makanan padat sebaiknya memakan pisang terlebih dahulu.

Itulah beberapa makanan yang bermanfaat untuk dapat meringankan penyakit flu yang sedang menyerang Anda. Memang mengonsumsi obat-obatan dari dokter atau dari warung juga dianjurkan untuk dapat mempercepat pengobatan flu Anda. Namun, mengombinasikannya dengan makanan alami yang juga sangat bermanfaat dalam meredam sakit flu juga tidak ada salahnya.


Editor : Dian Sukmawati
Sumber : www.deherba.com

 

MAKANAN YANG DAPAT MERINGANKAN SAKIT FLU

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

Ghostly Voices From Thomas Edisonís Dolls Can Now Be Heard

Artikel lainnya »