Biaya Paket Umroh Promo Murah November Desember

Saat Anda sudah melewati masa-masa mendaftar dan membayar untuk paket umroh di perusahaan travel yang lumayan cukup besar, Anda biasanya juga akan mendapat kesempatan untuk dapat ikut manasik umroh. Ini adalah bentuk simulasi agar Anda tidak kagok dan bingung saat sudah berada di tanah suci. Walaupun nantinya Anda juga akan berangkat bersama rombongan dan dibekali oleh buku petunjuk untuk ritual umroh di sana, tetap saja Anda juga harus berlatih agar tidak merasa kagok dan gugup.

Perusahaan pengelola perjalanan umroh yang berkualitas biasanya akan menyediakan manasik umroh sebagai bagian dari pembayaran yang sudah Anda lakukan, dan manasik ini biasanya juga bisa diikuti saat Anda sedang menunggu waktu untuk akhirnya bisa berangkat ke tanah suci. Materi dalam Manasik Umroh

Berikut adalah yang Anda akan pelajari saat manasik umroh:
• Tata cara berpakaian saat umroh, termasuk cara melilitkan kain ihram untuk lelaki, serta tata tertib yang harus dipatuhi saat memilih dan mengenakan pakaian untuk berbagai tahap umroh.
• Jalur yang harus dilalui saat Anda melakukan ritual umroh; ini juga termasuk permulaan jalur yaitu tempat miqat dan tempat untuk dapat mengganti pakaian dengan pakaian ihram di Bir Ali, jalur perjalanan ke Mekah hingga Ka’bah, dan bukit Shofa dan Marwa.
• Ritual umroh juga termasuk cara tawaf dan ritual Sa’I di Shofa dan Marwah, serta solat dua rakaat di Masjidil Haram.
• Semua bacaan umroh yang harus dihapalkan, termasuk bacaan saat mulai berjalan kaki ke Mekah serta saat tawaf keliling Ka’bah.
• Manasik umroh juga termasuk pengetahuan akan semua larangan dan anjuran yang harus dipatuhi pada saat melakukan umroh, termasuk semua yang berkaitan dengan anjuran dan larangan berpakaian, merias diri, bergaul dengan suami atau istri, dan sebagainya.

Dalam manasik umroh, Anda juga akan mendapat semua petunjuk dan pelajaran yang patut diketahui tentang apa saja yang patut dilakukan di dalam kegiatan umroh, termasuk apa yang boleh, harus dan tidak boleh dilakukan. Jadi, jika Anda ingin mengalami umroh yang lebih berkesan, jangan segan untuk dapat menerima tawaran melakukan manasik haji oleh perusahaan travel umroh tempat Anda memesan paket perjalanan.

 

YANG DIPELAJARI SAAT MANASIK UMROH DARI TRAVEL
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »