umroh murah

saco-indonesia.com, Banjir telah kembali merendam ratusan rumah di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Banjir yang sempat surut sejak Rabu (29/1) kemarin, pagi ini sudah mulai masuk ke rumah warga dengan ketinggian sekitar 3 meter.

sejumlah instansi, baik dari Basarnas, pemadam kebakaran, sampai Satpol PP, kini juga sudah bersiap untuk mengevakuasi warga yang masih ada di rumahnya. Perahu karet juga telah disiapkan di tanggul kali Ciliwung.

"Informasinya air dari Katulampa akan sampai ke sungai Ciliwung sekitar pukul 10.00 WIB sampai 12.00 WIB siang nanti. Jadi semua instansi bersiap untuk dapat mengevakuasi warga," kata Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu, di lokasi, Kamis (30/1).

Bambang juga mengatakan, sebagian warga yang telah mengungsi sebelumnya sudah kembali ke rumahnya masing-masing untuk dapat melakukan bersih-bersih. Namun hari ini warga kembali dievakuasi.

"Kemarin sebagian warga sudah pada pulang. Tapi semalam kami juga sudah beritahu bahwa Katulampa sudah siaga 1 dan akan terjadi banjir lagi. Jadi mereka mau gak mau harus mengungsi kembali," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Jaka yang berusia (34) tahun , berharap agar musibah yang telah menimpanya ini segera berakhir. Menurut bapak dua anak ini, banjir juga telah banyak merugikannya dan keluarganya.

"Ini sudah ke 4 kalinya. Sudah surut naik lagi. Kasihan anak saya masih kecil-kecil. Saya juga berharap yang terbaiklah buat pemerintah, kalau mau dipindahin juga gak apa-apa, asal gak ada yang dirugikan," tandasnya.


Editor : Dian Sukmawati

RATUSAN RUMAH DI KAMPUNG PULO KEMBALI KEBANJIRAN

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »