Daftar Haji Onh Plus Paket Ongkos Biaya Murah

Untuk dapat menentukan harga besi beton per lonjor/batang, biasanya yang telah menjadi patokan adalah harga besi beton per kg. Karena harga besi beton per kg lebih mudah diingat, dan biasanya telah menjadi patokan untuk dapat menentukan harga. Dengan mengalikan berat per batang dalam tabel berat besi beton, dengan harga per kg tersebut, maka kita akan bisa mengetahui harga per batang atau per lonjornya. Saat tidak membawa tabel atau juga tidak ingat berat per batangnya, kita bisa menghitung beratnya sesuai dengan rumus menghitung berat besi beton.

Pada umumnya untuk dapat menentukan harga jual besi beton, dihitung berdasarkan lonjor / batang, karena bisa dipastikan jumlahnya. Sedangkan dalam satu lonjor dengan lonjor yang lain ada selisih berat meskipun sedikit. Sehingga untuk mudahnya dihitung harga per batang.

Selain untuk dapat memudahkan dalam mengingat harga, harga besi beton sering berubah, naik atau turun, yang berbahnya itu bisa dalam hitungan hari atau jam. Ganti hari harga besi beton bisa berganti. Atau bahkan bisa jadi harga pada sore hari berbeda dengan harga saat paginya. Dan tentu dengan menjadikan patokan harga per kg sebagai acuan, maka akan lebih mudah mengkomunikasikan perubahan harga itu pada sesama sales atau bagian marketing dan bagian lain yang terkait dalam perusahaan. Dan juga untuk menginformasikan pada pelanggan, jika ada perubahan harga. Kita tinggal memberitahukan berapa harga per kg. Kemudian bagian lain atau pelanggan itu menghitung sendiri sesuai dengan tabel berat besi beton.

Harga per kg dari besi beton, biasanya dibedakan untuk besi beton polos (BjTP24), dan besi beton ulir (BjTS40). Ada juga perbedaan harga untuk ukuran besar dan ukuran kecil. Misalnya diameter 16 kebawah lebih murah sedangkan ukuran diameter 19 keatas. Perbedaan harga besi beton per kg, untuk masing-masing ukuran itu biasanya disebabkan karena yield yang berbeda dari proses produksinya. Ukuran besar yieldnya lebih kecil karena sisa potong (afalan) lebih besar prosentasenya.

 

HARGA BESI BETON PER KG
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »